KLASIFIKASI ILMU & ILMU PENGETAHUAN
A. KLASIFIKASI ILMU & ILMU PENGETAHUAN
Ilmu
adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan
pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi
ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan
kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu
diperoleh dari keterbatasannya. Beberapa pengertian ilmu menurut para ahli :
a. Pengertian Ilmu menurut Minto Rahayu
Ilmu
adalah pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dan berlaku umum,
sedangkan pengetahuan adalah pengalaman yang bersifat pribadi/kelompok dan
belum disusun secara sistematis karena belum dicoba dan diuji.
b. Pengertian Ilmu menurut Dr. H. M.
Gade
Ilmu
adalah falsafah. yaitu hasil pemikiran tentang batas-batas kemungkinan
pengetahuan manusia.
c. Pengertian Ilmu menurut M. Izuddin
Taufiq
Ilmu
adalah penelusuran data atau informasi melalui pengamatan, pengkajian dan
eksperimen, dengan tujuan menetapkan hakikat, landasan dasar ataupun asal
usulnya.
d. Pengertian Ilmu menurut Thomas Kuhn
Ilmu
adalah himpunan aktivitas yang menghasilkan banyak penemuan, bail dalam bentuk
penolakan maupun pengembangannya.
Berbeda
dengan ilmu, pengertian ilmu pengetahuan adalah suatu sistem berbagai
pengetahuan yang didapatkan dari hasil pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan
secara teliti dengan menggunakan metode-metode tertentu. Secara etimologi, ilmu
berasal dari bahasa arab dari kata ilm yang berarti memahami,
mengerti, atau mengetahuai. Jadi dapat artikan bahwa ilmu pengethuan adalah
memahami suatu pengetahuan. Pengertian Ilmu Pengetahuan menurut para ahli :
a. Pengertian Ilmu Pengetahuan menurut Moh.
Hatta
Pengertian
ilmu pengetahuan menurut Moh. Hatta bahwa ilmu pengetahuan adalah pengetahuan
atau studi yang teratur tentang pekerjaan hokum umum, sebab akibat dalam suatu
kelompok masalah yang sifatnya sama baik dilihat dari kedudukannya maupun
hubungannya.
b. Pengertian Ilmu Pengetahuan menurut Dadang
Ahmad S
Pengertian
ilmu pengetahuan menurut Dadang Ahmad S, adalah suatu proses pembentukan
pengetahuan yang terus menerus hingga dapat menjelaskan fenomena dan keberadaan
alam itu sendiri.
c. Pengertian Ilmu Pengetahuan menurut V.Afayanev
Menurut
V. Afayanev, bahwa pengertian ilmu pengetahuan dalam buknya Marxist Philosophy
adlaah pengetahuan manusia tentang alam, masyarakat dan pikiran.
d. Pengertian Ilmu Pengetahuan menurut Ralp
Ross dan Ernes Van Den Haag
Menurut
Ralp Ross dan Ernes Van Den Haag dalam bukunya yang berjudul The Fabric of
Society, bahwa ilmu memiliki kriteria empiris, rasional umum, kumulatif, dan
keempatnya serentak terpenuhi.
B. SEJARAH ILMU & ILMU PENGETAHUAN
Kebudayaan
manusia ditandai dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi secara
cepat yang merupakan akibat peran serta pengaruh dari pemikiran filsafat Barat.
Pada awal perkembangannya, yakni zaman Yunani Kuno, filsafat diidentikkan
dengan ilmu pengetahuan. Maksudnya adalah antara pemikiran filsafat dan ilmu
pengetahuan tidak dipisah, sehingga semua pemikiran manusia yang muncul pada
zaman itu disebut filsafat. Pada abad Pertengahan, filsafat menjadi identik
dengan agama, sehingga pemikiran filsafat pada zaman itu menjadi satu dengan
dogma gereja. Pada abad ke-15 muncullah Renaissans kemudian disusul oleh
Aufklaerung pada abad ke-18 yang membawa perubahan pandangan terhadap filsafat.
Pada masa ini filsafat memisahkan diri dari agama, sehingga membuat orang
berani mengeluarkan pendapat mereka tanpa takut akan dikenai hukuman oleh pihak
gereja. Filsafat zaman modern tetap sekuler seperti zaman Renaissans, yang
membedakan adalah pada zaman ini ilmu pengetahuan berpisah dari filsafat dan
mulai berkembang menjadi beberapa cabang yang terjadi dengan cepat. Bahkan pada
abad ke-20, ilmu pengetahuan, mulai berkembang menjadi berbagai spesialisasi
dan sub-spesialisasi.
Ilmu
pengetahuan pada awalnya merupakan sebuah sistem yang dikembangkan untuk
mengetahui keadaan lingkungan disekitanya. Selain itu, ilmu pengetahuan juga
diciptakan untuk dapat membantu kehidupan manusia menjadi lebih mudah. Pada
abad ke-20 dan menjelang abad ke-21, ilmu telah menjadi sesuatu yang substantif
yang menguasai kehidupan manusia. Namun, tak hanya itu, ilmu pengetahuan yang
sudah berkembang sedemikian pesat juga telah menimbulkan berbagai krisis
kemanusiaan dalam kehidupan. Hal ini didorong oleh kecenderungan pemecahan
masalah kemanusiaan yang lebih banyak bersifsat sektoral. Salah satu upaya
untuk menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan yang semakin kompleks tersebut
ialah dengan mempelajari perkembangan pemikiran filsafat.
Perkembangan
filsafat Barat dibagi menjadi beberapa periodesasi yang didasarkan atas ciri
yang dominan pada zaman tersebut. Periode-periode tersebut adalah :
a. Zaman Yunani Kuno (Abad 6SM-6M)
Ciri
pemikirannya adalah kosmosentris, yakni mempertanyakan asal usul alam semesta
dan jagad raya sebagai salah satu upaya untuk menemukan asal mula (arche) yang
merupakan unsur awal terjadinya gejala. Dan beberapa tokoh filosof pada zaman
ini menyatakan pendapatnya tentang arche, antara lain :
Thales
(640- 550
SM)
: arche berupa air
Anaximander
(611-545 SM) : arche berupa apeiron (sesuatu yang tidak
terbatas)
Anaximenes
(588-524 SM) : arche berupa udara
Phytagoras
(580-500 SM) : arche dapat
diterangkan atas dasar bilangan-bilangan.
Selain
keempat tokoh di atas ada dua filosof, yakni Herakleitos (540-475 SM) dan
Parmindes (540-475 SM) yang mempertanyakan apakah realitas itu berubah, bukan
menjadi sesuatu yang tetap. Pemikir Yunani lain yang merupakan salah satu yang
berperan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah Demokritos (460-370
SM) yang menegaskan bahwa realitas terdiri dari banyak unsur yang disebut
dengan atom (atomos, dari a-tidak, dan tomos-terbagi). Selain itu, filosof yang
sering dibicarakan adalah Socrates (470-399 SM) yang langsung menggunakan
metode filsafat langsung dalam kehidupan sehari-hari yang dikenal dengan
dialektika (dialegesthai) yang artinya bercakap-cakap. Hal ini pula yang
diteruskan oleh Plato (428-348 SM). Dan pemikiran filsafat masa ini mencapai
puncaknya pada seorang Aristoteles (384-322 SM) yang mengatakan bahwa tugas
utama ilmu pengetahuan adalah mencari penyebab-penyebab obyek yang diselidiki.
Ia pun berpendapat bahwa tiap kejadian harus mempunyai empat sebab, antara lain
penyebab material, penyebab formal, penyebab efisien dan penyebab final.
b. Zaman Pertengahan (6-16M)
Ciri
pemikiran pada zaman ini ialah teosentris yang menggunakan pemikiran filsafat
untuk memperkuat dogma agama Kristiani. Pada zaman ini pemikiran Eropa
terkendala oleh keharusan kesesuaian dengan ajaran agama. Filsafat Agustinus
(354-430) yang dipengaruhi oleh pemikiran Plato, merupakan sebuah pemikiran
filsafat yang membahas mengenai keadaan ikut ambil bagian, yakni suatu
pemikiran bahwa pengetahuan tentang ciptaan merupakan keadaan yang menjadi
bagian dari idea-idea Tuhan. Sedangkan Thomas Aquinas (1125-1274) yang
mengikuti pemikiran filsafat Aristoteles, menganut teori penciptaan dimana
Tuhan menghasilkan ciptaan dari ketiadaan. Selain itu, mencipta juga berarti
terus menerus menghasilkan serta memelihara ciptaan.
c. Zaman Renaissans (14-16M)
Merupakan
suatu zaman yang menaruh perhatian dalam bidang seni, filsafat, ilmu
pengetahuan dan teknologi. Zaman ini juga dikenal dengan era kembalinya
kebebasan manusia dalam berpikir. Tokoh filosof zaman ini diantaranya adalah
Nicolaus Copernicus (1473-1543) yang mengemukakan teori heliosentrisme, yang
mana matahari merupakan pusat jagad raya. Dan Francis Bacon (1561-1626) yang
menjadi perintis filsafat ilmu pengetahuan dengan ungkapannya yang terkenal
“knowledge is power”
d. Zaman Modern (17-19M)
Filsafat
zaman ini bercorak antroposentris, yang menjadikan manusia sebagai pusat
perhatian penyelidikan filsafati. Selain itu, yang menjadi topik utama ialah
persoalan epistemology.
C. JENIS – JENIS ILMU PENGETAHUAN
a. Ilmu-ilmu alam (natural scienses,
natuurwetenschappen)
Ilmu
yang mempelajari barang-barang menurut keadaanya di alam kodrat saja, terlepas
dari pengaruh manusia dan mencari hukum-hukum yang mengatur apa yang terjasi di
dalam alam, jadi terperinci lagi menurut obyeknya. Termasuk di dalamnya adalah:
ilmu alam, ailmu fisika, ilmu kimia, ilmu hayat dan sebainnya.
b. Ilmu pasti (mathematics)
Ilmu
yang memandang barang-barang, terlepas dari isinya hanya menurut besarnya. Jadi
mengadakan abstaraksi barang-barang itu. Ilmunya dijabarkan secara logis
berpangkal pada beberapa asas-asas dasar (axioma). Termasuk di dalamnya adalah:
ilmu pasti, ilmu ukur, ilmu hitung, ilmu al jabar dan sebagainnya.
c. Ilmu-ilmu kerohanian / kebudayaan
(geisteswisssen-schaften/social-sciences)
Ilmu
yang mempelahari hal-hal dimana jiwa manusia memegang peranan yang menentukan.
Yang dipandang bukan barang-barang seperti di alam dunia, terlepas dari
manusia, melainkan justru sekadar mengalami pengaruh dari manusia. Termasuk
misalnnya: ilmu sejarah, ilmu mendidik, ilmu hukum , ilmu ekonomi, ilmu sosiologi,
ilmu bahasa dan sebagainnya.
Ketiga
macam ilmu pengetahuan ini juga dibeda-bedakan tetapi jangan sampai
dipisah-pisahkan, kerna memang berhubungan satu sama lain dan saling
mempengaruhi dan melengkapi.
D. KLASIFIKASI ILMU PENGETAHUAN
Berikut
merupakan klasifikasi ilmu pengetahuan menurut para filsuf, antara lain :
a. Cristian Wolff
Cristian
Wolff mengklasifikasikan ilmu pengetahuan ke dalam tiga kelompok besar , yakni
ilmu pengetahuan empiris, matematika, dan filsafat. Klasifikasi ilmu
pengetahuan menurut Cristian Wolff dapat diskemakan sebagai berikut :
1. Ilmu
pengetahuan empiris
·
Kosmologis empiris
·
Psikologis empiris
2. Matematika
·
Murni : aritmatika, geometri, aljabar
·
Campuran : mekanika, dan lain-lain
3. Filsafat
·
Spekulatif (metafisika)
- Umum : ontology
- Khusus : psikologi,
kosmologi, theology
·
Praktis
- Intelek : logika
- Kehendak : ekonomi,
etika, politik.
- Pekerjaan fisik :
tekhnologi
b. Auguste Comte
Pada
dasarnya penggolongan ilmu pengetahuan yang dikemukakan Auguste Comte sejalan
dengan sejarah ilmu pengetahuan itu sendiri, yang menunjukkan bahwa
gejala-gejala dalam ilmu pengetahuan yang paling umum akan tampil terlebih
dahulu. Kemudian disusul dengan gejala pengetahuan yang semakin lama semakin
rumit atau kompleks dan semakin kongkret. Karena dalam mengemukakan
penggolongan ilmu pengetahuan, Auguste Comte memulai dengan mengamati
gejala-gejala yang paling sederhana, yaitu gejala yang letaknya paling jauh
dari suasana kehidupan sehari-hari. Urutan dalam penggolongan ilmu pengetahuan
Auguste Comte sebagai berikut :
1. Ilmu
pasti (matematika)
2. Ilmu
perbintangan (astronomi)
3. Ilmu
alam (fisika)
4. Ilmu
kimia
5. Ilmu
hayat (fisiologi atau biologi)
6. Fisika
sosial (sosiologi)
Klasifikasi
ilmu pengetahuan menurut Auguste Comte secara garis besar dapat
diklasifikasikan sebagi berikut :
1. Ilmu
pengetahuan
·
Logika (matematika murni)
·
Ilmu pengetahuan empiris (astronomi,
fisika, biologi, sosiologi)
2. Filsafat
·
Metafisika
·
Filsafat ilmu pengetahuan
DAFTAR PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar